Cakupan besar dalam hal ini adalah kemungkinan munculnya update otomatis. Froyo memungkinkan pengguna untuk memilih apakah akan membiarkan aplikasi yang diinstal update sendiri, atau membiarkan pengguna yang memutuskan kapan atau apakah untuk mengupdate. Di satu sisi, hal ini akan menjadi fitur yang menyambut aplikasi berat seperti Google Maps, Slacker Radio, XXX Videos Viewer dan banyak lagi. Namun ini bisa menjadi masalah bila proses update melakukan kesalahan yang tidak disengaja, yaitu mengupdate aplikasi yang kurang berguna.
Seperti diberitakan sebelumnya, Android 2,2 diduga akan menawarkan peningkatan kinerja dengan OS termasuk RAM tambahan bagi pengguna, dukungan untuk Adobe 10.1, Flash API baru yang akan meluncurkan OpenGL 2.0 dan pengecilan resolusi touchscreen sehingga membuat pilihan yang lebih akurat. Tentu saja, semua ini telah secara resmi dikonfirmasi, sehingga fitur tersebut masih sedang direncanakan.
Jika Google tidak berencana untuk mengimplementasikan fitur update secara otomatis, maka perusahaan juga perlu mempertimbangkan fitur rollback untuk patch yang salah. Tentu tidak ada yang lebih menyebalkan daripada perangkat lunak yang rusak akibat dari proses update yang buruk, sehingga pengguna akan banyak menghabiskan waktu untuk memperbaiki. Sebuah fitur rollback pasti akan menjadi ideal untuk update berikutnya.








0 comment:
Post a Comment