Menjelang Pemilu 2014, rakyat Indonesia dikagetkan dengan beredarnya video salah satu Capres dari partai yang saya dukung yaitu Partai Golkar sedang berlibur dengan artis yang sudah lama berkecimpung di dunia hiburan Indonesia, Marcella Zalianty beserta dengan adiknya Olivia Zallianty dan Wakil Ketua Komisi III DPR yang juga petinggi Golkar, Aziz Syamsuddin. Video itu ini menggambarkan perjalanan mereka berempat ke pulau Maladewa dengan menggunakan pesawat pribadi yang dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas mewah.
Saya sebagai pendukung Golkar sangat kecewa dengan adanya video tersebut karena Golkar yang ingin memperbaiki citranya yang buruk di masyarakat malah menjadi semakin buruk setelah beredarnya video tersebut. Aburizal Bakrie memang mengakui kebenaran dari video tersebut, tetapi dia seperti menghindar dan tidak mau menjelaskan lebih detail ketika dihujani berbagai pertanyaan.
Menurut saya, sikap yang ditunjukkan oleh Aburizal Bakrie seperti ada sesuatu yang disembunyikan olehnya. Dia memang berkata bahwa perjalanan tersebut hanya liburan biasa untuk menikmati keindahan Pulau Maladewa, tetapi kenapa harus mengajak kedua artis kakak beradik itu dan kenapa dia tidak mengajak keluarganya? Ya minimal seharusnya dia mengajak istrinya. Hal tersebut menurut saya tidak wajar dan disini terlihat adanya indikasi perselingkuhan.
Berkaca dari kasus ini saya sebagai pendukung Golkar meminta kepada Aburizal Bakrie untuk mundur sebagai Capres Golkar karena kasus tersebut membuat dirinya menjadi tidak pantas lagi dan diharapkan Aburizal Bakrie mundur secara ikhlas demi Partai Golkar dan juga demi rakyat Indonesia. Selanjutnya, saya juga mendesak kepada Partai Golkar segera menggelar konvensi baru untuk menggantikan Aburizal Bakrie dari Capres Golkar. Sekian.
30 Cewek Seksi dan Bahenol Tombo Ngantuk Piala Dunia 2010
30 Cewek Seksi dan Bahenol Tombo Ngantuk Piala Dunia 2010
Figure pornographic products today
Gambar Porno yang sudah di edit menjadi gambar lucu
Kumpulan Cewek - Cewek Super Cantik Sejagat
Heboh ternyata cewek cantik itu harus cantik luar dan dalam berikut gambarnya
Cewek Bertato Makin Garang Dan Hot
Bukan Lelaki saja yang punya tato menarik ternyata cewek juga sangat sangar kalau punya tato
Perbedaan Cewek/Cowok Indonesia Dengan Malaysia
Setiap negara punya keunikan tersendiri. dan begitu juga isi penghuninya.. ada yang ganteng,ada juga yang jelek
Showing posts with label Opinion. Show all posts
Showing posts with label Opinion. Show all posts
Maria Ozawa
![]() |
| Bungkusan "Mie Yabi" rasa ayam babi |
Selain itu ia juga medirikan perusahaan Mie Yabi yang bekerja sama dengan kota Bakmi Kuah, Baku, Azerbaijan.
Kisah Hidup
Maria Ozawa lahir di Asyur, kota pusat industri film Syur di Bintang Porno dengan nama asli Maria Osyahwat (ﻣﺭﻳﺎ ﺍﻭﺷﻪﻭﺍﺕ) pada 8 Januari 20 BC (Before Camasutra). Ia adalah sepupu jauh dari Malan Jaemeelah. Ketika mereka sedang melakukan perjalanan ke Distrik Maksiad, modul teleportasi mereka mengalami malfungsi dan mendaratkan mereka ke Mogadishu pada tahun 4 BC (Before Camasutra).
Dalam usahanya mencari jalan kembali ke Bintang Porno mereka juga melakukan pekerjaan sampingan sebagai penjual bakmi dan burqini keliling. Maria Osyahwat populer di kalangan Yahudi karena mi nya yang Kosher.
Pada tahun 1 BC (Before Camasutra) mereka ikut para Tenaga Kerja Yahudi di Mesir untuk kembali ke negaranya dalam rangka Mudik Lebaran. Di Mesir, Mulan Jameelah mendapatkan informasi tentang kitab suci Kama Sutra yang dapat membantu ia untuk kembali ke Bintang Porno. Maria Osyahwat, merasa berak berat untuk meninggalkan bisnisnya memilih menetap di Mesir.
Pada suatu hari Minggu yang mendung, dalam perjalananya ke Carefour untuk membeli daging sapi dan baju dalam Maria Osyahwat menyewa sebuah taksi. Namun ternyata pengemudi taksi itu adalah antek dari Konsorsium Martabak Mesir yang merasa bisnisnya terancam oleh bakmi Maria. Sang Pengemudi taksi kemudian melarikan Maria Osyahwat ke padang gurun Sinai. Di sana ia diperkosa dipaksa untuk memberikan uangnya. Bukan hanya itu, pakaiannya yang bermerk ELLE(K) pun ikut diambil. Akhirnya Maria Osyahwatpun ditinggal hanya dengan mengenakan baju dalam saja.
Tidak dapat kembali ke Mesir, Maria Osyahwat memutuskan untuk menyusul Malan Jaemeelah ke barat. Dengan membajak pesawat terbang milik Amerika, (masih hanya dengan mengenakan baju dalam), Maria Osyahwat terbang ke Jepang. Amerika tidak bisa berbuat apa-apa terhadap pembajakan sawah tersebut karena personil-personil Pasukan Khusus Angkatan Laut US dan SAS terlumpuhkan setelah melihat tubuh Maria Osyahwat.
Setelah beberapa tahun tidak menemukan Mulan Jameelah, Maria Osyahwat meninggalkan pencariannya dan menetap di Jepang. Di sana ia menggunakan bakat memasaknya untuk membuka kedai Mie Yabi, singkatan dari "Daging ayam dan babi YAng BIsa diantar dan dibawa pulang". Maria Osyahwat awalnya dipanggil oleh Yang Maha Kuasa orang-orang Jepang Maria Ozawa namun sejak Mie Yabi menjadi sangat terkenal di seantero Honshu iapun lebih dikenal dengan nama Miyabi, yang merupakan singkatan dari nama kedainya. Kesuksesan ini diduga karena Miyabi masih belum membeli baju baru apapun sejak dari Mesir sehingga ia melayani para pelanggannya hanya dengan memakai baju dalam saja.
Pada suatu hari, direktur agen model B-Open alias Buka-Open yang bernama Suparno datang ke kedainya. Ketika ia melihat tubuh Maria Ozawa, ia langsung ngentot tertarik dan menawarkan Miyabi untuk bekerja di perusahaannya menjadi model di situs-situs web seperti sukatoro.com Shirouto-Teien.com, Barney.com, Teletubbies.co.uk, Al-Qaeda dan termasuk juga di Tolololpedia ini.
Iapun menjadi terkenal di dunia internasional. Tawaran untuk membintangi berbagai video dari video dewasa sampai video pendidikan pun berdatangan. Itulah awal dari karir cemerlangnya.
Maria Ozawa sempat berhenti memerankan video untuk mendalami ilmu Video Dewasa di Tokyo Ozawa Daigaku, fakultas Syahwat Lelaki. Namun, ia tidak lulus S2, karena ia menolak ujian akhir yang ditugaskan oleh dosen nya, A Ming Wa Chi, seorang pecinta sayur lonjong, untuk membuat film dengan terong dan timun.
Maria Ozawa bahkan pernah masuk artikel dalam majalah Bobokep versi Royke Suryono, sampai sekarang masih tidak diketahui nasib Royke Suryono.
Merk mi ciptaanya, Mie Yabi memiliki pesaing, yaitu Miethuania, merk mi yang paling tokcer se-Tukulnesia dan Dunia Gendeng. mie Yabi pernah kalah bersaing gara-gara varian Miethuania yang lebih banyak.
![]() |
| Maria Ozawa dalam sebuah lukisan Jepang |
Daftar Film yang Pernah Dibintangi
* New Face – Number One Style - Habis Operasi Plastik, Muka Nomer Satu
* Beautiful Pako Pako - Bapak-Bapak Cantik
* Temptation Erotic Fuck - Tempat Mak Erot Meso-Meso
* Barely There Mosaic - Mosok Hampir Sampai
* 6 Costume Pako Pako! - Butik si Bapak-Bapak
* Let's Do It At School ♥ - Mengerjakan Tugas Sekolah
* Naked Venus – Maria Ozawa - Maria Ozawa Pergi ke Planet Venus (Kerja sama dengan Partai Komunis Uni Soviet)
* The Main Purpose of Special Delusional Bathhouse - Mandi
* New Nude 05 – Maria Ozawa - Penuduhan 5 Kali Terhadap Maria Ozawa
* Maria Ozawa Collection 1 - Mangkok-Mangkok Bakmi Maria Ozawa nomer 1
* Maria Ozawa - Female Ninja Rape Ninjutsu Notebook - Buku Catatan Pertarungan Ninjutsu Ninja Wanita (Film laga)
* kira☆kira Special Gangbang☆3Mix Maria Ozawa, Reina Matsushima, Naomi Serizawa - Bagaimana kira-kira kalau Maria Ozawa, Reina Matsushima dan Naomi Serizawa Bikin Geng Sepeda Motor di gang Abang-abang spesial
* Beranak di Dalam Rumah Sakit Bersalin (Melayu: Beranak di Hospital Korban Lelaki)
* Tokyo Undercover
* Seoul Undercover
* Baku Undercover
* Menculik Miyabi - Awal Kegagalan Usaha 'Mie Yabi' dan berakhir dengan DICULIKNYA Miyabi Untuk dikorbankan kepada Depwi berisik
* Tragedi Tali Kutang
* Animal Planet
* National Geographic Wild
![]() |
| Maria Ozawa sedang makan mie buatannya |
Kehidupan Rumah Tangga
Vasco Da Gamalama, pada masa dahulu
Miyabi sempat jatuh cinta dengan seorang pelaut Portugis bernama Vasco da Gamalama yang terdampar di daratan Kupang (dalam ekspedisinya ke daratan Amerika, Amerini dan Ameriko). Ia langsung jatuh cinta pada Miyabi pada pandangan keseratus tujuh puluh dua. Setelah dinikahi oleh Vasco, Miyabi menjadi babu Ratu di Portugis. Selama pemerintahan Vasco da Gamalama, perindustrian film dewasa di Portugis berkembang dengan luar biasa.
Sayangnya pada suatu hari, Miyabi menangkap basah Vasco da Gama sedang bermesraan dengan wanita yang jauh lebih cantik dari Miyabi, yaitu Dorce da Gama Lama. Miyabi menjadi sangat marah dan ia menendang Vasco da Gama ke ujung barat Portugis. Sejak saat itu Portugis dibagi menjadi 2 yaitu Portugis Barat yang dipimpin Vasco da Gama dan Portugis Timur yang dipimpin oleh Miyabi dimana keduanya dipisahkan oleh Tembok Berlin. Namun karena tembok itu dibuat dari kardus-kardus mie instan, masyarakat bisa dengan mudah meruntuhkannya.
Namun semuanya sudah terlambat bagi Vasco da Gama, Miyabi telah pulang ke Rahmatullah kediamannya di Hokkaido. Vasco da Gama pun bunuh diri dengan minum Cocktail Susu Mbokmu dan Overdosis Viagra. Kini Miyabi tengah mengikuti audisi untuk tampil di acara Take Me Out, Take Him Out, dan Take A Celebrity Out siapa tahu dapat Coky Sitohang atau menggeser posisi Yuanita Christiani sebagai Co-Host jadi tunggu tanggal mainnya.
Menurut cerita yg beredar di forum-forum internet Maria Ozawa mempunyai beberpa keturunan yang tak kalah seksinya diantaranya adalah Maria Magdalena, Maria Mercedes, Maria Sharapova, Maria Cinta yang Hilang, Mariang Masuk Angin, Maria Kemaria (Hey Kawan).
BISA di pake temannya maksudnya di bokepi
Sejarah Pornografi
“Aku tak bisa hidup tanpanya”
Pornografi adalah segala hal yang berkaitan dengan Wikipedia. Pornografi bisa ditemukan di mana-mana di Wikipedia, Internet dan buku-buku biologi sekolah.Pornografi diciptakan oleh Jimme Walbes dengan bantuan dari Barney dan Teletubbies untuk terapi agar matanya tetap tajam.
Pornografi berasal dari bahasa Yunani pornographia(πορνογραφία), yang berasal dari kata Por (bahasa Inggris: for) yang berarti untuk, no artinya tidak, gra dari kata gratis, sedangkan phia berarti pia alias kue. Jadi Pornographia artinya “Hal yang untuk itu tidak gratis, tapi harus dibayar dengan kue-kue”. Ini karena saat itu uang masih belum ditemukan sehingga mereka membayar barang-barang dengan bahan-bahan makanan, seperti kue-kue.
Pengertian
Idih, bapakmu ngeganggu gajah lagi maen, tuh!
Guedeeee bangeetttt, punya siapa, nih?
Gambar Pornografi
Pornografi biasanya mengandung gambar tokoh-tokoh yang sedang melakukan hubungan badan misalnya berjabat tangan, berdansa atau bacok-bacokan.
Fungsi-fungsi Pornografi
* Untuk belajar Biologi
* Pedoman bagi para pelukis dan fashion designer dalam menggambar tubuh manusia dengan proporsi yang tepat
* Media promosi bagi Wikipedia
* Media penyebaran ajaran Kama Sutra
* Bungkus Kacang
* Alat terapi agar mata tetap tajam (Jimmy Wales menemukan metode terapi ini)
* Pedoman bagi Mbokmu untuk menciptakan kamu.
Contoh-contoh Pornografi
* Permainan Sumo (相撲) di Jepang
* Gulat WWE
* Dorce Show
* Boneka Barbie
* Pelajaran Biologi
* Kick Andi
* Mario Teguh
* Dukun Sunat
* Kulit Pisang
* Opera van Java
* Merokok
* Cukur gundul kinyis-kinyis
* Sule
* Wikipedia
* Mbokmu
Pornografi juga bisa ditemukan di Tolololpedia. Pornografi dianggap sebagai salah satu cara menyampaikan dan menggambarkan fakta yang akurat. Pornografi juga dapat membuat sebuah artikel terlihat lebih menarik, bahkan bagi orang-orang Indonesia yang terkenal malas sekali membaca. Sayangnya pornografi di Tolololpedia semakin berkurang akhir-akhir ini karena terserang virus cencoritis.
Flying girl in russian wood
Ada video menarik yang akhir-akhir ini cukup ramai diberitakan, yaitu rekaman mengenai seorang gadis cilik yang tanpa sengaja terekam kamera sedang melayang di udara di sebuah hutan di Rusia.
Bagi kalian yang belum pernah melihatnya, berikut sekilas mengenai rekaman itu. Sampai saat ini saya tidak menemukan bukti konklusif yang menunjukkan kalau rekaman ini adalah hoax walaupun secara pribadi saya percaya kalau rekaman ini adalah sebuah produk rekayasa.
Berikut rekaman yang menghebohkan tersebut:
Rekaman ini pertama kali diupload oleh seorang pengguna Youtube yang memiliki nickname Jevgenij2000 pada tanggal 2 Maret 2009. Video ini tersembunyi diantara jutaan video di Youtube dan baru mulai menjadi heboh pada awal Januari 2011 ini ketika beberapa media di Cina dan Amerika memberitakannya.
Dalam keterangannya, Jevgenij2000 mengatakan kalau ia dan anjingnya sedang berjalan-jalan di sebuah hutan dan tidak menyangka akan menemukan seseorang di situ. Ia sangat terkejut ketika melihat adegan di depannya dan tidak memiliki penjelasan mengenainya.
Jevgenij2000 tidak menjelaskan kapan dan dimana persisnya ia merekam video ini.
Bagi kalian yang tidak bisa menyaksikan rekaman di atas, saya berikan screenshotnya beserta sedikit penjelasan.
Pertama, rekaman ini dimulai dengan wajah seekor anjing. Lalu anjing ini mulai berlari menjauh dari sang pemegang kamera yang secara logis bisa kita simpulkan sebagai Jevgenij2000.




darkofjoker
Rekor Museum Indonesia Untuk Nurdin Halid
Pemilihan Ketua PSSI kali Ini Dipegang Lagi Nurdin halid..
Ane Rasa Nurdi Halid Nyogok Lagi
Makanya bisa naik lagi..
Kapan PSSI maju Dalang Korupsi Dinaikkan Lagi..
Benarkah Kematian Aji Massaid
Terkait Dengan Pemilihan PSSI
Hanya Tuhan Yang Tahu..
Sumber kaskus.us
Sumber kaskus.us
tribunnews.com, jakarta - komite pemilihan calon ketua umum pssi untuk periode 2011-2015 melakukan keputusan mengejutkan dengan hanya meloloskan dua bakal calon ketua umum pssi. Hanya nurdin halid dan nirwan d bakrie yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti pemilihan ketua umum pada kongres pssi yang akan digelar di bali maret nanti.
"dengan demikian kami mengumumkan hasil verifikasi calon ketua umum pssi pertama nirwan d bakrie dan kedua h.a. M nurdin halid,surat keputusan ini telah sesuai dengan statuta fifa dan aturan pemilihan pemilihan ketua umum," kata ketua tim verifikasi calon ketum pssi syarif bustaman saat jumpa pers di kantor pssi, senayan, jakarta, sabtu (19/2/2011).
Syarif tidak mengemukakan alasan-alasan yang jelas mengenai tidak diterimanya kandidat calon ketum lainnya yang juga ikut mendaftarkan diri "kami bekerja berdasarkan atas hukum,statuta pssi yang telah disahkan fifa," ujar syarif.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, ada dua calon ketum lainnya yakni jenderal george toisutta dan arifin panigoro yang juga ikut mendaftarkan diri namun dengan tidak disebutkannya nama dua calon tersebut secara otomotis keduanya telah dianulir.
Dengan demikian pupuslah sudah harapan masyarakat indonesia untuk melihat reformasi dalam tubuh pssi. Induk sepakbola nasional ini hampir dipastikan akan kembali dikuasai oleh orang-orang lama yang dinilai gagal di pssi.
"dengan demikian kami mengumumkan hasil verifikasi calon ketua umum pssi pertama nirwan d bakrie dan kedua h.a. M nurdin halid,surat keputusan ini telah sesuai dengan statuta fifa dan aturan pemilihan pemilihan ketua umum," kata ketua tim verifikasi calon ketum pssi syarif bustaman saat jumpa pers di kantor pssi, senayan, jakarta, sabtu (19/2/2011).
Syarif tidak mengemukakan alasan-alasan yang jelas mengenai tidak diterimanya kandidat calon ketum lainnya yang juga ikut mendaftarkan diri "kami bekerja berdasarkan atas hukum,statuta pssi yang telah disahkan fifa," ujar syarif.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, ada dua calon ketum lainnya yakni jenderal george toisutta dan arifin panigoro yang juga ikut mendaftarkan diri namun dengan tidak disebutkannya nama dua calon tersebut secara otomotis keduanya telah dianulir.
Dengan demikian pupuslah sudah harapan masyarakat indonesia untuk melihat reformasi dalam tubuh pssi. Induk sepakbola nasional ini hampir dipastikan akan kembali dikuasai oleh orang-orang lama yang dinilai gagal di pssi.
Egypt crisis doesn't reflect U.S. intelligence failure
(CNN) -- It didn't take long for the Washington long knives to come out and begin to suggest that a root cause of our current challenges in Egypt was the "failure" of intelligence -- the failure to warn, the failure to appreciate cultural movements or technological advances, the failure to take the long view or even the failure to monitor the World Wide Web.
Surely the professionals in the intelligence community will take lessons from the past six weeks, but suggestions of intelligence "failure" miss the mark and betray a lack of understanding of what intelligence can and cannot do.
John McLaughlin, former deputy director of central intelligence, famously remarked years ago that there are differences between secrets and mysteries.
There should be a high standard for intelligence organizations when they are asked to discover secrets and sharp criticism when they fail (We judge that Iraq has continued its weapons of mass destruction programs, October 2002) as well as some credit when they succeed (We judge with high confidence that there is a nearly completed Yongbyon style nuclear reactor in eastern Syria, July 2007).
But recent events in Egypt and before them in Tunisia did not comprise secrets waiting to be purloined.
They were the products of long-simmering unrest fed by pre-existing and well-recognized political, economic and social conditions. Emile Nakhleh was the CIA analyst who briefed me on these realities when I was director; Emile, now retired, didn't pull any punches. Recently he penned an op-ed in the Financial Times pointing out how he and his colleagues "on numerous occasions briefed policymakers on Egypt's dire economic and social conditions" and how if they were left unchecked, the "Arab street would boil over."
But as good as he was, neither Emile nor anyone else could provide the proximate cause, the exact timing or the specific trajectory of the "boiling over." That was more in the category of a mystery.
As it turned out, the triggering event was the self-immolation of a Tunisian fruit merchant 1,300 miles to the west of Cairo. In retrospect, the path of the fuse between Sidi Bouzid and Tahrir Square is explainable, but that particular path was neither inevitable, confidently predictable nor perhaps even prospectively knowable.
And it's not as if American policymakers did not receive and take warnings about Egypt's brittleness to heart.
In 2008 during one of my last trips as director of CIA, Omar Suleiman (then Egypt's head of intelligence and now Hosni Mubarak's vice president) asked me to extend my visit so that I could pay an office call on President Mubarak.
On a bright Saturday morning, our small party drove to the Presidential Palace to be berated by Mubarak for 90 minutes on what he viewed as American meddling in Egypt's internal affairs. He had choice words for both President George W. Bush and Secretary of State Condoleezza Rice and their emphasis on a freedom agenda, something that Mubarak viewed as naive in general and uninformed about the specifics of Egyptian political and security realities.
Mubarak was firm, but not unfriendly, occasionally breaking his narrative to try to assure me that he was not accusing me personally of such misjudgments.
Here was a man, I remember thinking, who had been of immense help to the United States in the region but who also clearly had a blind spot when it came to this question -- no matter what we believed or said or did. And his sentiments that day in that room were quietly being seconded by his chief of intelligence, the man ultimately responsible for the survival of the state -- and of him.
But all of that is now old news. We have a new and critical situation confronting us, one populated with mysteries and secrets. What should policymakers legitimately expect from intelligence?
First of all, they should hear intelligence describe its own boundaries. Rarely will it be able to create a syllogism in which the points that begin with "whereas" will be so numerous and so confidently known that the "therefore" will be simultaneously obvious and attractive -- even though policymakers are most comfortable in that kind of situation.
No, intelligence will, at its best in this kind of environment, merely be able to set the right- and left- hand boundaries of responsible policy discussions. It can be the fact witness, only occasionally able to make the right course of action certain or obvious but also pointing out what will likely be very "low probability shots," despite any transient political attractiveness they might have.
So policymakers should expect some wisdom from the intelligence folks on such tough questions as: "Whither the Muslim Brotherhood?" Is its participation in the transition more likely a bridge to a radical Islamic state or can there be an alternative to such a future for Egypt?
What about Omar Suleiman? All of us in intelligence have viewed him as unfailingly loyal to his president for the past 20 years. But he is also a professional, and he has shown remarkable pragmatism when dealing with Israel, the Palestinians and Hamas. Is he the one to simultaneously hold things together while building toward an alternative future?
The army has shown remarkable restraint, fitting for the high regard with which it is held in Egyptian society. But for how long? And if disorder continues and the army must act to preserve its future, does it turn on the crowd or on the president?
And what is going on inside the army? We largely know what the generals are thinking because we know most of them personally. The great mass of conscripts will (up to a limit) do what they are told. But what of the colonels and lieutenant colonels? Where are they? And how will they act?
Egypt's commercial class has seemed somewhere between tolerant and supportive of the mass demonstrations. How long will this last? At what point does the sheer disruption of business have this important group hedging its bets or doubling down?
Who is in the street? Is there any coherent platform or structure coalescing or is this still unshaped rage? Mohamed ElBaradei has been prominent in Western media because he is a familiar face there, but does he carry any real weight in Egypt?
There are more questions. And like those above, their answers are shades of gray, not black or white. Policymakers and intelligence professionals will struggle over them on our behalf. They will almost certainly get some of them wrong. But that reflects more the difficulty of the task rather than any particular failing. And in the end, what the U.S. thinks or says or does will likely have less than a decisive impact on how this ends.
Surely the professionals in the intelligence community will take lessons from the past six weeks, but suggestions of intelligence "failure" miss the mark and betray a lack of understanding of what intelligence can and cannot do.
John McLaughlin, former deputy director of central intelligence, famously remarked years ago that there are differences between secrets and mysteries.
There should be a high standard for intelligence organizations when they are asked to discover secrets and sharp criticism when they fail (We judge that Iraq has continued its weapons of mass destruction programs, October 2002) as well as some credit when they succeed (We judge with high confidence that there is a nearly completed Yongbyon style nuclear reactor in eastern Syria, July 2007).
But recent events in Egypt and before them in Tunisia did not comprise secrets waiting to be purloined.
They were the products of long-simmering unrest fed by pre-existing and well-recognized political, economic and social conditions. Emile Nakhleh was the CIA analyst who briefed me on these realities when I was director; Emile, now retired, didn't pull any punches. Recently he penned an op-ed in the Financial Times pointing out how he and his colleagues "on numerous occasions briefed policymakers on Egypt's dire economic and social conditions" and how if they were left unchecked, the "Arab street would boil over."
But as good as he was, neither Emile nor anyone else could provide the proximate cause, the exact timing or the specific trajectory of the "boiling over." That was more in the category of a mystery.
As it turned out, the triggering event was the self-immolation of a Tunisian fruit merchant 1,300 miles to the west of Cairo. In retrospect, the path of the fuse between Sidi Bouzid and Tahrir Square is explainable, but that particular path was neither inevitable, confidently predictable nor perhaps even prospectively knowable.
And it's not as if American policymakers did not receive and take warnings about Egypt's brittleness to heart.
In 2008 during one of my last trips as director of CIA, Omar Suleiman (then Egypt's head of intelligence and now Hosni Mubarak's vice president) asked me to extend my visit so that I could pay an office call on President Mubarak.
On a bright Saturday morning, our small party drove to the Presidential Palace to be berated by Mubarak for 90 minutes on what he viewed as American meddling in Egypt's internal affairs. He had choice words for both President George W. Bush and Secretary of State Condoleezza Rice and their emphasis on a freedom agenda, something that Mubarak viewed as naive in general and uninformed about the specifics of Egyptian political and security realities.
Mubarak was firm, but not unfriendly, occasionally breaking his narrative to try to assure me that he was not accusing me personally of such misjudgments.
Here was a man, I remember thinking, who had been of immense help to the United States in the region but who also clearly had a blind spot when it came to this question -- no matter what we believed or said or did. And his sentiments that day in that room were quietly being seconded by his chief of intelligence, the man ultimately responsible for the survival of the state -- and of him.
But all of that is now old news. We have a new and critical situation confronting us, one populated with mysteries and secrets. What should policymakers legitimately expect from intelligence?
First of all, they should hear intelligence describe its own boundaries. Rarely will it be able to create a syllogism in which the points that begin with "whereas" will be so numerous and so confidently known that the "therefore" will be simultaneously obvious and attractive -- even though policymakers are most comfortable in that kind of situation.
No, intelligence will, at its best in this kind of environment, merely be able to set the right- and left- hand boundaries of responsible policy discussions. It can be the fact witness, only occasionally able to make the right course of action certain or obvious but also pointing out what will likely be very "low probability shots," despite any transient political attractiveness they might have.
So policymakers should expect some wisdom from the intelligence folks on such tough questions as: "Whither the Muslim Brotherhood?" Is its participation in the transition more likely a bridge to a radical Islamic state or can there be an alternative to such a future for Egypt?
What about Omar Suleiman? All of us in intelligence have viewed him as unfailingly loyal to his president for the past 20 years. But he is also a professional, and he has shown remarkable pragmatism when dealing with Israel, the Palestinians and Hamas. Is he the one to simultaneously hold things together while building toward an alternative future?
The army has shown remarkable restraint, fitting for the high regard with which it is held in Egyptian society. But for how long? And if disorder continues and the army must act to preserve its future, does it turn on the crowd or on the president?
And what is going on inside the army? We largely know what the generals are thinking because we know most of them personally. The great mass of conscripts will (up to a limit) do what they are told. But what of the colonels and lieutenant colonels? Where are they? And how will they act?
Egypt's commercial class has seemed somewhere between tolerant and supportive of the mass demonstrations. How long will this last? At what point does the sheer disruption of business have this important group hedging its bets or doubling down?
Who is in the street? Is there any coherent platform or structure coalescing or is this still unshaped rage? Mohamed ElBaradei has been prominent in Western media because he is a familiar face there, but does he carry any real weight in Egypt?
There are more questions. And like those above, their answers are shades of gray, not black or white. Policymakers and intelligence professionals will struggle over them on our behalf. They will almost certainly get some of them wrong. But that reflects more the difficulty of the task rather than any particular failing. And in the end, what the U.S. thinks or says or does will likely have less than a decisive impact on how this ends.
Muslim Brotherhood should get seat at table
(CNN) -- Since the eruption of the Egyptian revolution last month, I have been on Tahrir Square with millions of other Egyptians calling for freedom and dignity. Over these weeks the square has been filled with people from all walks of life: young and old, Muslim and Copt, rural and urban, rich and poor, secularists and observant Muslims.
Keeping a conspicuously low profile, the Muslim Brotherhood -- the largest and most organized opposition movement in Egypt -- has issued no formal slogans or distributed leaflets. Furthermore, the group has repeatedly denied that it had any role in organizing the uprising and insisted that any of its members participating in the protests are doing so alongside numerous other opposition groups.
The group has declared that it merely wants to be recognized as a legitimate player in the Egyptian political scene, adding that it will not field any candidates in the upcoming presidential elections.
Abroad, many view the cautious stance of the group with skepticism -- some well-founded but much of it exaggerated and I believe harmful to efforts to build a new, open and democratic Egypt.
Within Egypt, there are also many people -- leftists, secularists and members of Egypt's Coptic minority -- who suspect that the group's true intention is not simply to gain legitimacy, but rather to establish an Islamic state in Egypt. The Brotherhood's detractors point to the group's past announcements that it does not believe in equality between Muslims and Copts nor between men and women.
As a secularist, I am not in favor of the Muslim Brotherhood coming to power in Egypt, and I remain deeply skeptical of its political program, believing that much of it is vague and impractical. But as an Egyptian hoping for freedom and justice for my country, I am deeply convinced that the Muslim Brotherhood has a place within a free and democratic Egypt.
Hosni Mubarak has told his Western allies that the Brotherhood's social and welfare activities were only a façade hiding more sinister intentions. As part of the attempt to present Mubarak's regime as a bulwark against Islamic extremism, the intelligence chief -- and now vice president -- Omar Suleiman demonized the Brotherhood in a 2006 WikiLeaks cable.
He asserted that it had spawned 11 Islamist extremist organizations, most notably the Egyptian Islamic Jihad and the Gama'a Islamiya (Islamic Group). But these two, at least, had split from the Brotherhood because they were impatient that it had renounced violence and given up on armed struggle.
For three long decades, the United States and its Western allies have mostly believed this alarmist line, while turning a blind eye to the regime's systematic suspension of basic rights and atrocities committed in the name of "combating Islamic terrorism."
Now the U.S. is in a bind. It is haunted by the specter of the 1979 Iranian revolution, which started as a broad-based, mostly secular revolution against the tyrannical rule of the shah, but was usurped at the eleventh hour by Ayatollah Ruhollah Khomeini and his fellow clergymen.
Convinced that Mubarak's days are over, the Obama administration appears nevertheless hesitant to call for his immediate ouster, likely out of fear of a repetition of the Iranian scenario. In an interview with NPR this weekend, Secretary of State Hillary Clinton spoke of "timelines" for transition, but the administration's urgent demands that Mubarak leave appeared to have receded.
For its part, Israel appears gripped by fear that the Brotherhood is only biding its time, poised to establish an Islamic theocracy at its southern borders. As a result, Israel has come out bluntly in support of Mubarak and his corrupt regime. Israeli President Shimon Peres recently said, "Elections in Egypt are dangerous. Should the Muslim Brotherhood be elected they will not bring peace. Democracy without peace is not a democracy."
But to insist on leaving the Brotherhood out in the cold can only add to the instability of Egypt's political scene. Outlawing the group has not decreased its popularity over the years; if anything, it has allowed it to assume the moral high ground.
A group with some hundreds of thousands of members and one that controlled some 20% of the 2005 parliament cannot be excised from the Egyptian political equation. Doing so would only lead to its increased radicalization and militancy.
Propping up the defunct Mubarak regime in an attempt to contain the Brotherhood would be a grave mistake. The U.S. must realize that Mubarak has cynically used the Brotherhood card only to postpone implementing deeply needed reforms. The result was not only 30 years of U.S.-backed tyrannical rule, but the exporting of terrorism to other countries. It has to be remembered that Ayman al-Zawahiri, al Qaeda's second in command, is very much a product of Egypt's dungeons and torture chambers.
And Israel has to realize that it is only able to claim that it is the sole democracy in the region not because of some genetic deficiency from which Arabs suffer, but largely because the West has long supported the despotic governments that the Arab peoples are now struggling to get rid of.
It is time for Israel to realize that if it wants to secure a peaceful future in the region, it must cease being an apartheid state and reach a just peace with the peoples of the region -- not only with their despotic rulers.
A victory for the democratic revolution in Egypt is indeed a frightening notion for Israel, not because the Muslim Brotherhood might end up usurping the revolution and abrogating the Egyptian-Israeli 1979 peace treaty, but because such a victory is sure to inspire millions of Palestinians -- just as millions of Egyptians had been inspired by Tunisians who rose against their president's tyranny.
In Egypt, so long as the Muslim Brotherhood is willing to operate under a new constitution that upholds the principle of equality of all citizens, irrespective of religion and gender, then it should be welcome to build a new Egypt, one in which all citizens will, at long last, enjoy freedom, justice and dignity.
Keeping a conspicuously low profile, the Muslim Brotherhood -- the largest and most organized opposition movement in Egypt -- has issued no formal slogans or distributed leaflets. Furthermore, the group has repeatedly denied that it had any role in organizing the uprising and insisted that any of its members participating in the protests are doing so alongside numerous other opposition groups.
The group has declared that it merely wants to be recognized as a legitimate player in the Egyptian political scene, adding that it will not field any candidates in the upcoming presidential elections.
Abroad, many view the cautious stance of the group with skepticism -- some well-founded but much of it exaggerated and I believe harmful to efforts to build a new, open and democratic Egypt.
Within Egypt, there are also many people -- leftists, secularists and members of Egypt's Coptic minority -- who suspect that the group's true intention is not simply to gain legitimacy, but rather to establish an Islamic state in Egypt. The Brotherhood's detractors point to the group's past announcements that it does not believe in equality between Muslims and Copts nor between men and women.
As a secularist, I am not in favor of the Muslim Brotherhood coming to power in Egypt, and I remain deeply skeptical of its political program, believing that much of it is vague and impractical. But as an Egyptian hoping for freedom and justice for my country, I am deeply convinced that the Muslim Brotherhood has a place within a free and democratic Egypt.
Hosni Mubarak has told his Western allies that the Brotherhood's social and welfare activities were only a façade hiding more sinister intentions. As part of the attempt to present Mubarak's regime as a bulwark against Islamic extremism, the intelligence chief -- and now vice president -- Omar Suleiman demonized the Brotherhood in a 2006 WikiLeaks cable.
He asserted that it had spawned 11 Islamist extremist organizations, most notably the Egyptian Islamic Jihad and the Gama'a Islamiya (Islamic Group). But these two, at least, had split from the Brotherhood because they were impatient that it had renounced violence and given up on armed struggle.
For three long decades, the United States and its Western allies have mostly believed this alarmist line, while turning a blind eye to the regime's systematic suspension of basic rights and atrocities committed in the name of "combating Islamic terrorism."
Now the U.S. is in a bind. It is haunted by the specter of the 1979 Iranian revolution, which started as a broad-based, mostly secular revolution against the tyrannical rule of the shah, but was usurped at the eleventh hour by Ayatollah Ruhollah Khomeini and his fellow clergymen.
Convinced that Mubarak's days are over, the Obama administration appears nevertheless hesitant to call for his immediate ouster, likely out of fear of a repetition of the Iranian scenario. In an interview with NPR this weekend, Secretary of State Hillary Clinton spoke of "timelines" for transition, but the administration's urgent demands that Mubarak leave appeared to have receded.
For its part, Israel appears gripped by fear that the Brotherhood is only biding its time, poised to establish an Islamic theocracy at its southern borders. As a result, Israel has come out bluntly in support of Mubarak and his corrupt regime. Israeli President Shimon Peres recently said, "Elections in Egypt are dangerous. Should the Muslim Brotherhood be elected they will not bring peace. Democracy without peace is not a democracy."
But to insist on leaving the Brotherhood out in the cold can only add to the instability of Egypt's political scene. Outlawing the group has not decreased its popularity over the years; if anything, it has allowed it to assume the moral high ground.
A group with some hundreds of thousands of members and one that controlled some 20% of the 2005 parliament cannot be excised from the Egyptian political equation. Doing so would only lead to its increased radicalization and militancy.
Propping up the defunct Mubarak regime in an attempt to contain the Brotherhood would be a grave mistake. The U.S. must realize that Mubarak has cynically used the Brotherhood card only to postpone implementing deeply needed reforms. The result was not only 30 years of U.S.-backed tyrannical rule, but the exporting of terrorism to other countries. It has to be remembered that Ayman al-Zawahiri, al Qaeda's second in command, is very much a product of Egypt's dungeons and torture chambers.
And Israel has to realize that it is only able to claim that it is the sole democracy in the region not because of some genetic deficiency from which Arabs suffer, but largely because the West has long supported the despotic governments that the Arab peoples are now struggling to get rid of.
It is time for Israel to realize that if it wants to secure a peaceful future in the region, it must cease being an apartheid state and reach a just peace with the peoples of the region -- not only with their despotic rulers.
A victory for the democratic revolution in Egypt is indeed a frightening notion for Israel, not because the Muslim Brotherhood might end up usurping the revolution and abrogating the Egyptian-Israeli 1979 peace treaty, but because such a victory is sure to inspire millions of Palestinians -- just as millions of Egyptians had been inspired by Tunisians who rose against their president's tyranny.
In Egypt, so long as the Muslim Brotherhood is willing to operate under a new constitution that upholds the principle of equality of all citizens, irrespective of religion and gender, then it should be welcome to build a new Egypt, one in which all citizens will, at long last, enjoy freedom, justice and dignity.
Protected Baby P Stepfather to be Given 'Life Sentence' of Three Years
LONDON - England - The protected murderer of Baby Peter and child rapist of a two year old girl will be served a sentence of about three years maximum under British laws.
Under British laws, a 'life sentence' means approximately three to five years of incarceration and nothing more.
"This person has not only tortured and murdered a little boy but raped the boy's two year old sister. Under any other country's laws in the world, this person would be named and locked away for life, meaning real life, like he should never be allowed out to see the light of day. In America and a few countries in the world they put these people to death. In England, they praise them, protect them with anonymity, and give them light sentences to be enjoyed in exclusive cell blocks with many amenities normal people cannot afford," Joan Fenchurch, 43, a member of the public said.
"Life Should Mean Life"
It is certainly true that this despicable person will be treated very well in prison, he will enjoy his own personal playstation with all the latest games, dvd players with any film he wants, internet access, vocational training and luxurious gym facilities. He will be given a personal counsellor to confide in at all times, and he will probably be allowed out of the facility once in awhile for supervised shopping trips. He will also enjoy themed parties for the major holidays and prison events all paid for by the taxpayer. He will also have any drug he wants on tap, just as long as he adheres to the prison's unwritten codes of conduct.
"This guy who tortured Baby P to death and raped the little girl is being treated like a king by the courts. They have not even tried him with murder. He's probably laughing into his M&S dessert, as he plays his playstation3 from his luxurious cell. It's kind of funny how they protect the killers and rapists with anonymity like this, I mean the guy is getting off scot free for what he did to Baby P. That's the justice system right there. What I want to know is how do the people who let these people get away with it sleep at night?" a city worker told the Daily Squib.
The people who were not convicted for the murder of baby P will also be given new identities, new homes and new jobs when they complete their sentences in about two and a half years time. The cost to the taxpayer for each of these protected individuals will be in excess of £185,000 per annum for the rest of their lives.
Baby P's mother, who also still has her anonymity protected, was at first charged with child cruelty after she allegedly saw the rape take place but did nothing to stop it. She was later found not guilty and mouthed "thank you" to the jury who acquitted her later.
What will the victims of these heinous crimes get?
Under British laws, a 'life sentence' means approximately three to five years of incarceration and nothing more.
"This person has not only tortured and murdered a little boy but raped the boy's two year old sister. Under any other country's laws in the world, this person would be named and locked away for life, meaning real life, like he should never be allowed out to see the light of day. In America and a few countries in the world they put these people to death. In England, they praise them, protect them with anonymity, and give them light sentences to be enjoyed in exclusive cell blocks with many amenities normal people cannot afford," Joan Fenchurch, 43, a member of the public said.
"Life Should Mean Life"
It is certainly true that this despicable person will be treated very well in prison, he will enjoy his own personal playstation with all the latest games, dvd players with any film he wants, internet access, vocational training and luxurious gym facilities. He will be given a personal counsellor to confide in at all times, and he will probably be allowed out of the facility once in awhile for supervised shopping trips. He will also enjoy themed parties for the major holidays and prison events all paid for by the taxpayer. He will also have any drug he wants on tap, just as long as he adheres to the prison's unwritten codes of conduct.
"This guy who tortured Baby P to death and raped the little girl is being treated like a king by the courts. They have not even tried him with murder. He's probably laughing into his M&S dessert, as he plays his playstation3 from his luxurious cell. It's kind of funny how they protect the killers and rapists with anonymity like this, I mean the guy is getting off scot free for what he did to Baby P. That's the justice system right there. What I want to know is how do the people who let these people get away with it sleep at night?" a city worker told the Daily Squib.
The people who were not convicted for the murder of baby P will also be given new identities, new homes and new jobs when they complete their sentences in about two and a half years time. The cost to the taxpayer for each of these protected individuals will be in excess of £185,000 per annum for the rest of their lives.
Baby P's mother, who also still has her anonymity protected, was at first charged with child cruelty after she allegedly saw the rape take place but did nothing to stop it. She was later found not guilty and mouthed "thank you" to the jury who acquitted her later.
What will the victims of these heinous crimes get?
St George's NHS Hospital a Model of Britain's Healthcare System
LONDON - England - Most people who are admitted to hospital for a hip replacement don't think that they will be leaving in a body bag after being systematically tortured by nurses. Not so for those who enter St. George's Hospital in Tooting, South London.
For those who are unlucky enough to find themselves in Tooting with nowhere else to go but St. George's hospital, the Daily Squib can only recommend one thing: make sure that your Will is revised and ready to go.
It has been well known for quite some time that the nurses working at St. George's are lushes of the highest order. Indeed, one of them was so inebriated upon showing up for work one day that she accidentally injected one of the patients with the vodka from one of her ever-present bottles of booze. Fortunately this patient survived - others haven't been so lucky.
When the nurse was asked afterwards how she would feel if she had been one of the patients she is said to have replied, "Well, it ain't heroin, innit? What's the big deal?"
These are exactly the sorts of heartwarming answers that the friendly nursing staff at St. George's are known to give when they are asked why they are unable to perform even the most basic and menial of nursing tasks.
Take the case of Kane Gorny, for instance. A keen and fit footballer in his youth, he was struck down by a brain tumour. When it became
Kane Gorny murdered by the nurses at St. Georges hospital in Tooting
necessary for him to visit the hospital for a hip replacement, he was understandably in a lot of pain and unable to fetch a drink for himself.
Unfortunately, this being St. George's, none of the nurses had shown up on duty yet as they were all still recovering from monstrous hangovers from the night before.
When the nurses finally saw fit to show up, they ignored Kane. Their heads apparently hurt and it was too difficult to fetch him a drink. Kane begged and begged for fluids - indeed, he was so desperate that he even called the police, begging for some water to drink.
When police showed up they found four nurses huddled in the corner of the room clutching their bottles of Evian, laughing at Kane's very obvious distress. They were said to be taking bets on how long it would take for Kane to expire after they'd denied him any sort of fluids for three days straight.
Kane Gordy's mother, disgusted at the complacency of the nurses, managed to give her son a small sip of Ribena not long before he died.
When Kane finally died, the nurses were given "grief counselling" as they seemed so shocked at the death of the young man. If only the counsellors had really known that the only reason they were so upset was that many of them had lost vast sums of money in their bets, as Kane survived longer than they thought he would. While this may sound cold to some, it's just another day at St. George's.
For those who are unlucky enough to find themselves in Tooting with nowhere else to go but St. George's hospital, the Daily Squib can only recommend one thing: make sure that your Will is revised and ready to go.
It has been well known for quite some time that the nurses working at St. George's are lushes of the highest order. Indeed, one of them was so inebriated upon showing up for work one day that she accidentally injected one of the patients with the vodka from one of her ever-present bottles of booze. Fortunately this patient survived - others haven't been so lucky.
When the nurse was asked afterwards how she would feel if she had been one of the patients she is said to have replied, "Well, it ain't heroin, innit? What's the big deal?"
These are exactly the sorts of heartwarming answers that the friendly nursing staff at St. George's are known to give when they are asked why they are unable to perform even the most basic and menial of nursing tasks.
Take the case of Kane Gorny, for instance. A keen and fit footballer in his youth, he was struck down by a brain tumour. When it became
Kane Gorny murdered by the nurses at St. Georges hospital in Tooting
necessary for him to visit the hospital for a hip replacement, he was understandably in a lot of pain and unable to fetch a drink for himself.
Unfortunately, this being St. George's, none of the nurses had shown up on duty yet as they were all still recovering from monstrous hangovers from the night before.
When the nurses finally saw fit to show up, they ignored Kane. Their heads apparently hurt and it was too difficult to fetch him a drink. Kane begged and begged for fluids - indeed, he was so desperate that he even called the police, begging for some water to drink.
When police showed up they found four nurses huddled in the corner of the room clutching their bottles of Evian, laughing at Kane's very obvious distress. They were said to be taking bets on how long it would take for Kane to expire after they'd denied him any sort of fluids for three days straight.
Kane Gordy's mother, disgusted at the complacency of the nurses, managed to give her son a small sip of Ribena not long before he died.
When Kane finally died, the nurses were given "grief counselling" as they seemed so shocked at the death of the young man. If only the counsellors had really known that the only reason they were so upset was that many of them had lost vast sums of money in their bets, as Kane survived longer than they thought he would. While this may sound cold to some, it's just another day at St. George's.
Save our children from the dangers of pornography
Selamatkan anak-anak kita dari bahaya pornografi di Internet yang sedang booming
Kasus video porno artis sempat mengguncangkan masyarakat. Tak hanya orang dewasa, anak-anak kecil pun kerap mendengar mengenai masalah itu, antara lain lewat tayangan media, teman-teman, atau orang sekitar. Tak heran jika para orangtua merasa khawatir anaknya terekspos materi pornografi yang sudah sangat bebas. Di bawah ini adalah beberapa poin yang bisa Anda terapkan supaya anak terhindar dari pornografi:
1. Tunjukkan wewenang Anda sebagai orangtua.
Lakukan hal ini secara bijaksana dan lembut. Tunjukkan bahwa Anda tetap orangtuanya walau hubungan Anda dengannya terjalin seperti sahabat.
Sebagai orangtua, Andalah yang berhak mengambil keputusan akhir tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan keamanan anak. Anda berhak mengetahui siapa saja temannya, di mana ia berada, dan apa yang sedang ia lakukan.
2. Berikan contoh yang baik.
Orangtua adalah yang pertama kali akan dicontoh anak di rumah. Jika ingin anak berperilaku baik, Anda juga harus melakukan hal yang sama. Jangan malah ikut-ikutan mengunduh video porno.
3. Pasang pengaman di komputer atau televisi.
Saat ini tersedia banyak software yang bisa digunakan untuk mencegah dibukanya situs-situs porno di internet atau saluran-saluran khusus dewasa di televisi. Pasanglah software itu di rumah sebagai pengamanan.
4. Kontrol "password" internet.
Jangan berlakukan sistem otomatis pada sambungan internet di rumah, melainkan terapkan sistem manual. Saat anak masih kecil, yang boleh mengetahui password ini hanya Anda dan suami. Ganti password secara teratur supaya keamanannya terjaga.
5. Letakkan komputer atau televisi di ruang publik.
Maksudnya, ruangan yang dipakai bersama-sama anggota keluarga lain, misalnya ruang keluarga. Dengan demikian, Anda bisa mengawasi apa saja yang sedang ditonton atau diakses anak.
Hindari memberikan komputer atau televisi pribadi sepanjang anak belum membutuhkannya. Namun, jika ia memilikinya, Anda harus mengetahui password komputer atau akun jaringan sosialnya supaya tetap bisa melakukan pengawasan terhadap anak.
6. Buat aturan soal internet.
Selain menentukan waktu pemakaian internet, tentukan juga apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat menggunakan internet. Poin-poin berikut ini, dari www.protectyourkids.info, bisa Anda terapkan padanya:
* Jangan pernah memberikan informasi pribadi di forum umum.
* Jangan membalas e-mail, obrolan, atau diskusi yang membuatnya merasa tidak nyaman.
* Jangan memberikan informasi atau foto kepada orang tak dikenal.
* Jangan memberikan password kepada orang lain, kecuali orangtua.
* Jangan klik link apa pun dari orang tak dikenal.
* Jangan langsung memercayai orang yang baru saja dikenal. Mereka bisa saja berbohong. Jadi, ia mesti selalu berhati-hati.
* Jangan mau diajak bertemu secara langsung oleh orang yang dikenal lewat internet.
* Jangan membeli barang apa pun atau memberikan informasi tentang kartu kredit tanpa seizin orangtua.
* Selalu beri tahu orangtua jika ada seseorang atau suatu hal di internet yang membuatnya tidak nyaman.
* Selalu ikuti aturan penggunaan internet dari orangtua.
7. Jangan berikan ponsel canggih.
Kalau anak memang membutuhkan ponsel, berikan ponsel yang paling sederhana, tanpa kamera, video, ataupun internet. Ponsel seperti itulah yang ia butuhkan saat ini. Katakan padanya bahwa fungsi utama ponsel adalah untuk berkomunikasi. Jika memerlukan internet, ia bisa gunakan komputer di rumah.
8. Dampingi saat menonton televisi atau menggunakan internet, terutama untuk yang masih kecil.
Sebaiknya Anda yang memegang remote control-nya. Setiap kali muncul adegan yang kurang pantas, segera ganti salurannya dan tunjukkan ketidaksukaan Anda. Tujuannya agar anak menjadi terbiasa dan tahu bahwa yang seperti itu memang tidak pantas. Ia pun tak akan tertarik pada hal-hal semacam itu meskipun sedang tidak berada dalam pengawasan Anda. Lakukan tindakan yang sama pada media lain. Ketika ia sudah lebih besar, Anda bisa berdiskusi soal seks dan memberikan penjelasan lebih mendalam.
9. Sediakan waktu untuk keluarga.
Banyak orang mengakses pornografi karena merasa bosan dan tidak memiliki kegiatan lain. Inilah sebabnya keluarga sebaiknya menghabiskan waktu bersama-sama, setidaknya sekali seminggu. Ajak anak ke taman, makan di luar, atau yang lainnya, supaya ia terhibur. Diskusikanlah dengannya supaya ia terhibur. Diskusikanlah dengannya mengenai kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa bosan. Dengan demikian, ia tidak berpaling ke televisi atau internet untuk mencari hiburan.
10. Sertakan mereka dalam kegiatan bermanfaat.
Daftarkan anak dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya. Pilihan lain adalah bekerja sama dengan para orangtua di sekolah atau lingkungan rumah. Anda bisa menyediakan aktivitas kecil-kecilan untuk mereka, misalnya, mendirikan klub membaca atau melukis.
11. Periksa teman anak.
Bukan tidak mungkin anak mendapatkan materi pornografi dari temannya. Jadi, tidak ada salahnya jika Anda cermat memilih dengan siapa ia bisa bergaul. Kalau tahu bahwa teman anak suka dengan hal-hal berbau pornografi, bicaralah dengan orangtua teman anak tersebut.
Sebagai sesama orangtua, katakan bahwa Anda menginginkan yang terbaik untuk masa depan kedua anak. Apabila cara ini tidak berhasil, jauhkan anak dari sang teman.
12. Libatkan diri dalam kegiatan akademis anak.
Cari tahu apa saja yang diajarkan dan yang sedang terjadi di sekolah. Anda bisa berbicara dengan wali kelasnya. Utarakan keprihatinan Anda tentang isu pornografi. Bekerja samalah dengannya beserta orangtua lain untuk mencegah murid-murid terekspos pada hal itu di sekolah. Contohnya, dengan memasang sistem pengaman pada komputer-komputer di sekolah.
13. Beri penjelasan secara baik-baik dan dengan tenang.
Jika anak ketahuan sedang melihat materi pornografi, jangan langsung marah. Tanyakan baik-baik alasannya. Berilah penjelasan mengapa hal itu tidak pantas untuknya.Sumber
Kasus video porno artis sempat mengguncangkan masyarakat. Tak hanya orang dewasa, anak-anak kecil pun kerap mendengar mengenai masalah itu, antara lain lewat tayangan media, teman-teman, atau orang sekitar. Tak heran jika para orangtua merasa khawatir anaknya terekspos materi pornografi yang sudah sangat bebas. Di bawah ini adalah beberapa poin yang bisa Anda terapkan supaya anak terhindar dari pornografi:
1. Tunjukkan wewenang Anda sebagai orangtua.
Lakukan hal ini secara bijaksana dan lembut. Tunjukkan bahwa Anda tetap orangtuanya walau hubungan Anda dengannya terjalin seperti sahabat.
Sebagai orangtua, Andalah yang berhak mengambil keputusan akhir tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan keamanan anak. Anda berhak mengetahui siapa saja temannya, di mana ia berada, dan apa yang sedang ia lakukan.
2. Berikan contoh yang baik.
Orangtua adalah yang pertama kali akan dicontoh anak di rumah. Jika ingin anak berperilaku baik, Anda juga harus melakukan hal yang sama. Jangan malah ikut-ikutan mengunduh video porno.
3. Pasang pengaman di komputer atau televisi.
Saat ini tersedia banyak software yang bisa digunakan untuk mencegah dibukanya situs-situs porno di internet atau saluran-saluran khusus dewasa di televisi. Pasanglah software itu di rumah sebagai pengamanan.
4. Kontrol "password" internet.
Jangan berlakukan sistem otomatis pada sambungan internet di rumah, melainkan terapkan sistem manual. Saat anak masih kecil, yang boleh mengetahui password ini hanya Anda dan suami. Ganti password secara teratur supaya keamanannya terjaga.
5. Letakkan komputer atau televisi di ruang publik.
Maksudnya, ruangan yang dipakai bersama-sama anggota keluarga lain, misalnya ruang keluarga. Dengan demikian, Anda bisa mengawasi apa saja yang sedang ditonton atau diakses anak.
Hindari memberikan komputer atau televisi pribadi sepanjang anak belum membutuhkannya. Namun, jika ia memilikinya, Anda harus mengetahui password komputer atau akun jaringan sosialnya supaya tetap bisa melakukan pengawasan terhadap anak.
6. Buat aturan soal internet.
Selain menentukan waktu pemakaian internet, tentukan juga apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat menggunakan internet. Poin-poin berikut ini, dari www.protectyourkids.info, bisa Anda terapkan padanya:
* Jangan pernah memberikan informasi pribadi di forum umum.
* Jangan membalas e-mail, obrolan, atau diskusi yang membuatnya merasa tidak nyaman.
* Jangan memberikan informasi atau foto kepada orang tak dikenal.
* Jangan memberikan password kepada orang lain, kecuali orangtua.
* Jangan klik link apa pun dari orang tak dikenal.
* Jangan langsung memercayai orang yang baru saja dikenal. Mereka bisa saja berbohong. Jadi, ia mesti selalu berhati-hati.
* Jangan mau diajak bertemu secara langsung oleh orang yang dikenal lewat internet.
* Jangan membeli barang apa pun atau memberikan informasi tentang kartu kredit tanpa seizin orangtua.
* Selalu beri tahu orangtua jika ada seseorang atau suatu hal di internet yang membuatnya tidak nyaman.
* Selalu ikuti aturan penggunaan internet dari orangtua.
7. Jangan berikan ponsel canggih.
Kalau anak memang membutuhkan ponsel, berikan ponsel yang paling sederhana, tanpa kamera, video, ataupun internet. Ponsel seperti itulah yang ia butuhkan saat ini. Katakan padanya bahwa fungsi utama ponsel adalah untuk berkomunikasi. Jika memerlukan internet, ia bisa gunakan komputer di rumah.
8. Dampingi saat menonton televisi atau menggunakan internet, terutama untuk yang masih kecil.
Sebaiknya Anda yang memegang remote control-nya. Setiap kali muncul adegan yang kurang pantas, segera ganti salurannya dan tunjukkan ketidaksukaan Anda. Tujuannya agar anak menjadi terbiasa dan tahu bahwa yang seperti itu memang tidak pantas. Ia pun tak akan tertarik pada hal-hal semacam itu meskipun sedang tidak berada dalam pengawasan Anda. Lakukan tindakan yang sama pada media lain. Ketika ia sudah lebih besar, Anda bisa berdiskusi soal seks dan memberikan penjelasan lebih mendalam.
9. Sediakan waktu untuk keluarga.
Banyak orang mengakses pornografi karena merasa bosan dan tidak memiliki kegiatan lain. Inilah sebabnya keluarga sebaiknya menghabiskan waktu bersama-sama, setidaknya sekali seminggu. Ajak anak ke taman, makan di luar, atau yang lainnya, supaya ia terhibur. Diskusikanlah dengannya supaya ia terhibur. Diskusikanlah dengannya mengenai kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa bosan. Dengan demikian, ia tidak berpaling ke televisi atau internet untuk mencari hiburan.
10. Sertakan mereka dalam kegiatan bermanfaat.
Daftarkan anak dalam kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya. Pilihan lain adalah bekerja sama dengan para orangtua di sekolah atau lingkungan rumah. Anda bisa menyediakan aktivitas kecil-kecilan untuk mereka, misalnya, mendirikan klub membaca atau melukis.
11. Periksa teman anak.
Bukan tidak mungkin anak mendapatkan materi pornografi dari temannya. Jadi, tidak ada salahnya jika Anda cermat memilih dengan siapa ia bisa bergaul. Kalau tahu bahwa teman anak suka dengan hal-hal berbau pornografi, bicaralah dengan orangtua teman anak tersebut.
Sebagai sesama orangtua, katakan bahwa Anda menginginkan yang terbaik untuk masa depan kedua anak. Apabila cara ini tidak berhasil, jauhkan anak dari sang teman.
12. Libatkan diri dalam kegiatan akademis anak.
Cari tahu apa saja yang diajarkan dan yang sedang terjadi di sekolah. Anda bisa berbicara dengan wali kelasnya. Utarakan keprihatinan Anda tentang isu pornografi. Bekerja samalah dengannya beserta orangtua lain untuk mencegah murid-murid terekspos pada hal itu di sekolah. Contohnya, dengan memasang sistem pengaman pada komputer-komputer di sekolah.
13. Beri penjelasan secara baik-baik dan dengan tenang.
Jika anak ketahuan sedang melihat materi pornografi, jangan langsung marah. Tanyakan baik-baik alasannya. Berilah penjelasan mengapa hal itu tidak pantas untuknya.Sumber
Peringkat Remaja dalam Angka situs Porno
Seks remaja
Secara nasional, lebih dari separuh remaja puteri perawan sampai usia 17 tahun. Di Amerika, 7 dari 10 wanita yang melakukan hubungan seksual sebelum berusia 14 tahun, dan 6 dari 10 wanita yang berhubungan seksual sebelum berusia 15 tahun, mengaku melakukan seks pertama kali karena dipaksa.
Secara nasional, 25% dari seluruh remaja puteri berusia 15 tahun dan kurang dari 30% remaja putera berusia 15 tahun mengaku telah berhubungan seks, dibandingkan dengan 66% remaja puteri berusia 18 year, dan 68% remaja putera berusia 18 tahun yang mengaku telah mengalami sexual intercourse.
Statistik kehamilan remaja
Secara nasional, hampir 1 juta remaja puteri di bawah usia 20 tahun hamil setiap tahun. Itu artinya ada hampir 2800 orang remaja puteri hamil setiap harinya.
Sekitar 4 dari 10 orang remaja puteri di Amerika hamil paling sedikit sekali sebelum berusia 20 tahun.
Setiap tahun, para pembayar pajak di Amerika harus menanggung biaya sebesar hampir 7 miilar dolar untuk mendanai kehidupan remaja yang sudah punya anak.
Statistik pemerkosaan remaja
Remaja (berusia antara 16-19 tahun) 3,5 kali lebih sering jadi korban perkosaan, usaha perkosaan, atau serangan seksual dibandingkan penduduk lain pada umumnya.
Menurut Departemen Kehakiman Amerika Serikat, 1 dari 2 korban perkosaan berusia di bawah 18 tahun, dan 1 dari 6 korban perkosaan berusia di bawah 12 tahun.
Sementara 9 dari 10 korban perkosaaan adalah wanita, pria dan remaja laki-laki juga menjadi korban kejahatan ini. Pada tahun 1995, sebanyak 32.130 pria berusia 12 keatas telah menjadi korban perkosaan, usaha perkosaan, atau serangan seksual.
Penyakit seksual menular di kalangan remaja
Di Amerika Serikat, 1 dari 4 remaja yang aktif secara seksual terinfeksi penyakit seksual menular setiap tahunnya. Beberapa penyakit seksual menular yang terbanyak adalah chlamydia, gonorrhea (raja singa), genital warts (juga disebut HPV - human papillomavirus), dan herpes.
Anak dan televisi
Lebih dari separuh (52%) anak berusia 5-17 tahun memiliki teve sendiri di kamar tidurnya. Di AS, waktu rata-rata TV menyala di rumah-rumah ialah 7 jam, 12 menit. Rata-rata waktu orang tua bercakap-cakap secara sungguh*sungguh dengan anak-anak hanya 38,5 menit per minggu.
Statistik pornografi dan ketagihan seks
Di kalangan remaja yang ketagihan seks, usia rata-rata saat mereka pertama kali bersentuhan dengan pornografi (majalah, internet, dll.) adalah 11 tahun. Efek pornografi terhadap para ayah
Penelitian dan analisis membuktikan, bahwa para pria yang "membeli barang-barang pornografi" adalah mereka yang rendah kepuasannya atas perkawinan, keluarga, dan atas perannya sebagai ayah dibandingkan dengan mereka yang tidak membeli barang-barang sejenis itu.
Pornografi dan perceraian
Pada tahun 2003, dalam sebuah pertemuan Akademi Amerika untuk Para Pengacara Perkawinan, sebanyak 1/3 dari para pengacara perceraian yang hadir mengaku bahwa internet berperan penting dalam kasus-kasus perceraian, dan lebih dari separuh kasus itu melibatkan pornografi online. Pornografi hampir tidak berperan dalam kasus-kasus perceraian antar 7 sampai 8 cahun yang lalu.
(Divorcewizards.com http:// pornografi mendorong kekerasan seksual, termasuk perkosaan dan pelampiasan seksual terhadap anak*anak. (Pornography Victims Compensation Act of 1992, U.S. Senate Comm. on the Judiciary) Para pelampias seks terhadap anak sering menggunakan pornografi untuk merangsang korbannya, untuk mengurangi perlawanan, dan juga sebagai petunjuk untuk langkah seksual selanjutnya.
Konsumen pornografi
Konsumen utama pornografi (baik berupa majalah, internet, tabloid dll.) adalah remaja laki-laki berusia 12 sampai 17 tahun. (Attorney General's Final Report on Pornography, 1986, pg. 258)
Efek pornografi pada hubungan seksual
Pornografi merusak perkembangan kepribadian yang alami. jika stimulus (pendorong) awal adalah foto-foto porno, remaja akan terkondisikan untuk terangsang dengan foto-foto. jika ini terjadi beberapa kali, besar kemungkinan akan menjadi permanen. Akibatnya, remaja tersebut akan tumbuh menjadi orang yang susah membangun hubungan yang normal dengan lawan jenis yang normal, tanpa pengaruh foto-foto porno.
Statistik tentang pornografi Internet
Terdapat sejumlah 4,2 juta situs Internet porno. Jumlah ini merupakan 12 persen dari jumlah seluruh situs internet di seluru dunia. Setiap hari, ada 68 juta permintaan mencari materi pornografi melalui mesin pencari Internet. Jumlah itu 25 persen dari seluruh pemintaan mencari di search engine.
Setiap hari rata-rata setiap pengguna internet menerima atau mengirim 4,5 e-mail porno.
Ada 100.000 situs internet yang menawarkan pornografi anak-anak secara ilegal.
Setiap tahun, ada 72 juta pengunjung di seluruh situs pornografi.
(Statistics by Family Safe Media http://www.familysafemedia.com/porno...tatistics.html)
Sampai bulan luli 2003, ada 260 juta halaman porno internet, sebuah kenaikan 1800% sejak 1998. Jumlah materi porno (baik berupa gambar, film, suara dll.) merupakan 7% dari 3,3 miliar halaman internet yang diindeks oleh Google. (N2H2/Secure Computing Corp.)
Usia rata-rata seorang anak pertama kali melihat pornografi internet ialah 11 tahun. (Family Safe Media http://www.familysafemedia.com/porno...tatistics.html) Ternyata 70% remaja bersentuhan dengan pornografi di internet secara tidak sengaja saat mengakses internet untuk keperluan lain. (Kaiser Family Foundation) "Laporan-laporan mesin pencari kami menunjukkan kenyataan yang mengkhawatirkan. Lebih dari 99% hit pada situs kami adalah mereka yang mencari pornografi, banyak yang mencari pornografi anak-anak. Kenyataan itu memberi kami inspirasi untuk proyek Intervensi Internet. Ini adalah sebuah jaringan komputer, yang menjadi pengelola ratusan situs, yang akan langsung menghubungkan setiap pencari pornografi anak ke sebuah Intervention Help Site."
Tonya Flynt Foundation, sebuah situs anti-pornografi. Tonya Flynt adalah anak perempuan Larry Flynt, tokoh pornografi Amerika yang sudah tercemar namanya di mana*mana.
Taktik-taktik internet porno
Para penyebar pornografi (pornografer) menyembunyikan identitas situs mereka dengan menggunakan nama-nama merek terkenal seperti Disney, Barbie, ESPN, dan lainnya, untuk menjebak anak*anak. (Cyveillance Study)
Pornografi anak
Lebih dari 20.000 gambar pornografi anak diluncurkan ke internet setiap minggunya. Sebuah industri multimiliar Uang yang berputar di industri pornografi setiap tahunnya sekitar US$12 sampai US$13 miliar - melebihi pemasukan yang diterima Coca-Cola digabung dengan perusahan pabrik pesawat McDonnell Douglas corporations.
Hiburan pornografi di internet merupakan sektor ketiga terbesar dalam hal penjualan melalui internet, dengan pemasukan diperkirakan mencapai US$100 juta. Setiap tahun, industri ini berkembang sekitar US$10 miliar, menurut perkiraan terendah.
Pornografi di film-film
Orang Amerika menyewa 800 juta keping video dan DVD porno setiap tahunnya, dibandingkan dengan 3,6 miliar video non-porno. Hollywood menghasilkan 400 film per tahun. Industri porno menghasilkan 11.000 film per tahun. (Adult Video News)
Hits situs porno
Situs Playboy dikunjungi sebanyak 4,7 juta (hits) kali setiap minggunya. (Promise Keepers website)
Secara nasional, lebih dari separuh remaja puteri perawan sampai usia 17 tahun. Di Amerika, 7 dari 10 wanita yang melakukan hubungan seksual sebelum berusia 14 tahun, dan 6 dari 10 wanita yang berhubungan seksual sebelum berusia 15 tahun, mengaku melakukan seks pertama kali karena dipaksa.
Secara nasional, 25% dari seluruh remaja puteri berusia 15 tahun dan kurang dari 30% remaja putera berusia 15 tahun mengaku telah berhubungan seks, dibandingkan dengan 66% remaja puteri berusia 18 year, dan 68% remaja putera berusia 18 tahun yang mengaku telah mengalami sexual intercourse.
Statistik kehamilan remaja
Secara nasional, hampir 1 juta remaja puteri di bawah usia 20 tahun hamil setiap tahun. Itu artinya ada hampir 2800 orang remaja puteri hamil setiap harinya.
Sekitar 4 dari 10 orang remaja puteri di Amerika hamil paling sedikit sekali sebelum berusia 20 tahun.
Setiap tahun, para pembayar pajak di Amerika harus menanggung biaya sebesar hampir 7 miilar dolar untuk mendanai kehidupan remaja yang sudah punya anak.
Statistik pemerkosaan remaja
Remaja (berusia antara 16-19 tahun) 3,5 kali lebih sering jadi korban perkosaan, usaha perkosaan, atau serangan seksual dibandingkan penduduk lain pada umumnya.
Menurut Departemen Kehakiman Amerika Serikat, 1 dari 2 korban perkosaan berusia di bawah 18 tahun, dan 1 dari 6 korban perkosaan berusia di bawah 12 tahun.
Sementara 9 dari 10 korban perkosaaan adalah wanita, pria dan remaja laki-laki juga menjadi korban kejahatan ini. Pada tahun 1995, sebanyak 32.130 pria berusia 12 keatas telah menjadi korban perkosaan, usaha perkosaan, atau serangan seksual.
Penyakit seksual menular di kalangan remaja
Di Amerika Serikat, 1 dari 4 remaja yang aktif secara seksual terinfeksi penyakit seksual menular setiap tahunnya. Beberapa penyakit seksual menular yang terbanyak adalah chlamydia, gonorrhea (raja singa), genital warts (juga disebut HPV - human papillomavirus), dan herpes.
Anak dan televisi
Lebih dari separuh (52%) anak berusia 5-17 tahun memiliki teve sendiri di kamar tidurnya. Di AS, waktu rata-rata TV menyala di rumah-rumah ialah 7 jam, 12 menit. Rata-rata waktu orang tua bercakap-cakap secara sungguh*sungguh dengan anak-anak hanya 38,5 menit per minggu.
Statistik pornografi dan ketagihan seks
Di kalangan remaja yang ketagihan seks, usia rata-rata saat mereka pertama kali bersentuhan dengan pornografi (majalah, internet, dll.) adalah 11 tahun. Efek pornografi terhadap para ayah
Penelitian dan analisis membuktikan, bahwa para pria yang "membeli barang-barang pornografi" adalah mereka yang rendah kepuasannya atas perkawinan, keluarga, dan atas perannya sebagai ayah dibandingkan dengan mereka yang tidak membeli barang-barang sejenis itu.
Pornografi dan perceraian
Pada tahun 2003, dalam sebuah pertemuan Akademi Amerika untuk Para Pengacara Perkawinan, sebanyak 1/3 dari para pengacara perceraian yang hadir mengaku bahwa internet berperan penting dalam kasus-kasus perceraian, dan lebih dari separuh kasus itu melibatkan pornografi online. Pornografi hampir tidak berperan dalam kasus-kasus perceraian antar 7 sampai 8 cahun yang lalu.
(Divorcewizards.com http:// pornografi mendorong kekerasan seksual, termasuk perkosaan dan pelampiasan seksual terhadap anak*anak. (Pornography Victims Compensation Act of 1992, U.S. Senate Comm. on the Judiciary) Para pelampias seks terhadap anak sering menggunakan pornografi untuk merangsang korbannya, untuk mengurangi perlawanan, dan juga sebagai petunjuk untuk langkah seksual selanjutnya.
Konsumen pornografi
Konsumen utama pornografi (baik berupa majalah, internet, tabloid dll.) adalah remaja laki-laki berusia 12 sampai 17 tahun. (Attorney General's Final Report on Pornography, 1986, pg. 258)
Efek pornografi pada hubungan seksual
Pornografi merusak perkembangan kepribadian yang alami. jika stimulus (pendorong) awal adalah foto-foto porno, remaja akan terkondisikan untuk terangsang dengan foto-foto. jika ini terjadi beberapa kali, besar kemungkinan akan menjadi permanen. Akibatnya, remaja tersebut akan tumbuh menjadi orang yang susah membangun hubungan yang normal dengan lawan jenis yang normal, tanpa pengaruh foto-foto porno.
Statistik tentang pornografi Internet
Terdapat sejumlah 4,2 juta situs Internet porno. Jumlah ini merupakan 12 persen dari jumlah seluruh situs internet di seluru dunia. Setiap hari, ada 68 juta permintaan mencari materi pornografi melalui mesin pencari Internet. Jumlah itu 25 persen dari seluruh pemintaan mencari di search engine.
Setiap hari rata-rata setiap pengguna internet menerima atau mengirim 4,5 e-mail porno.
Ada 100.000 situs internet yang menawarkan pornografi anak-anak secara ilegal.
Setiap tahun, ada 72 juta pengunjung di seluruh situs pornografi.
(Statistics by Family Safe Media http://www.familysafemedia.com/porno...tatistics.html)
Sampai bulan luli 2003, ada 260 juta halaman porno internet, sebuah kenaikan 1800% sejak 1998. Jumlah materi porno (baik berupa gambar, film, suara dll.) merupakan 7% dari 3,3 miliar halaman internet yang diindeks oleh Google. (N2H2/Secure Computing Corp.)
Usia rata-rata seorang anak pertama kali melihat pornografi internet ialah 11 tahun. (Family Safe Media http://www.familysafemedia.com/porno...tatistics.html) Ternyata 70% remaja bersentuhan dengan pornografi di internet secara tidak sengaja saat mengakses internet untuk keperluan lain. (Kaiser Family Foundation) "Laporan-laporan mesin pencari kami menunjukkan kenyataan yang mengkhawatirkan. Lebih dari 99% hit pada situs kami adalah mereka yang mencari pornografi, banyak yang mencari pornografi anak-anak. Kenyataan itu memberi kami inspirasi untuk proyek Intervensi Internet. Ini adalah sebuah jaringan komputer, yang menjadi pengelola ratusan situs, yang akan langsung menghubungkan setiap pencari pornografi anak ke sebuah Intervention Help Site."
Tonya Flynt Foundation, sebuah situs anti-pornografi. Tonya Flynt adalah anak perempuan Larry Flynt, tokoh pornografi Amerika yang sudah tercemar namanya di mana*mana.
Taktik-taktik internet porno
Para penyebar pornografi (pornografer) menyembunyikan identitas situs mereka dengan menggunakan nama-nama merek terkenal seperti Disney, Barbie, ESPN, dan lainnya, untuk menjebak anak*anak. (Cyveillance Study)
Pornografi anak
Lebih dari 20.000 gambar pornografi anak diluncurkan ke internet setiap minggunya. Sebuah industri multimiliar Uang yang berputar di industri pornografi setiap tahunnya sekitar US$12 sampai US$13 miliar - melebihi pemasukan yang diterima Coca-Cola digabung dengan perusahan pabrik pesawat McDonnell Douglas corporations.
Hiburan pornografi di internet merupakan sektor ketiga terbesar dalam hal penjualan melalui internet, dengan pemasukan diperkirakan mencapai US$100 juta. Setiap tahun, industri ini berkembang sekitar US$10 miliar, menurut perkiraan terendah.
Pornografi di film-film
Orang Amerika menyewa 800 juta keping video dan DVD porno setiap tahunnya, dibandingkan dengan 3,6 miliar video non-porno. Hollywood menghasilkan 400 film per tahun. Industri porno menghasilkan 11.000 film per tahun. (Adult Video News)
Hits situs porno
Situs Playboy dikunjungi sebanyak 4,7 juta (hits) kali setiap minggunya. (Promise Keepers website)
seorang ayah sangat beruntung mempunyai anak yang berbakti
BEIJING - Cinta seorang gadis ini terhadap ayahnya memang patut dipuji. Saat dirinya terjebak dalam kesibukan kuliah, dirinya masih menjaga ayahnya yang tubuhnya lumpuh sebagian.
Xu Dahui yang saat ini tengah belajar mendalami teknik elektro dan mekanik di Institut Bioengineering Wuhan, terus membawa ayahnya yang sedang sakit saat ia sedang mengikuti kuliah. Tidak hanya saat ia sedang kuliah, Xu juga menjaga ayahnya saat dirinya bekerja di kantin kampusnya.
Meskipun sibuk membagi waktu mengurus orang tua dan belajar, secara mengagumkan Xu terus berada di peringkat teratas dalam hampir seluruh mata kuliahnya.
"Keadaan tidak mempersulit hidup saya. Saya anak satu-satunya, jika berhenti kuliah, siapa yang akan menjaganya (ayah Xu)," ungkapnya Xu seperti dikutip Changjiang Daily, Sabtu (29/5/2010).
Xu memutuskan untuk membawanya ke kampus karena ibunya juga tidak mampu merawat sang ayah, karena sakit yang ia derita. Ayah Xu menderita pendarahan otak akut, yang menyebabkan sebelah badannya mengalami kelumpuhan parsial.
Selama merawat kedua orang tuanya, Xu selalu dipenuhi dengan jadwal yang padat. Dimulai bangun pagi untuk membeli sarapan, yang kemudian dilanjutkan membangunkan ayahnya dan mengurusnya sebelum hendak ke kampus. Perjalanan dari rumah ke kampus pun memakan waktu sekira satu jam.
Saat kembali dari kuliah pun, Xu harus disibukan kembali dengan memasak untuk makan malam bagi ibu dan ayahnya. Sebelum belajar pada malam hari mahasiswi manis ini juga membiasakan untuk memijat ayahnya selama 30 menit, sebelum sang ayah tidur.
Pihak universitas yang tersentuh dengan kisah hidup XU, akhirnya menawarkan apartemen universitas untuk keluarga Xu tinggal secara gratis. Ia juga bekerja di kantin kampus dan menjual pulsa telepon selama tiga jam, selama jeda perkuliahan.
Orang tua moster,menyekap anak tanpa memberi makan
JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak (PA) Seto Mulyadi menyarankan agar dua anak Caroline (39), yaitu Glenn (7) dan Stefen (8) di titipkan ke panti sosial.
Hal ini dimaksudkan agar mereka dapat menikmati bangku sekolah. “Saya nanti akan bicara dengan kementrian sosial bagian pelayanan anak, agar anak ke tiga dan ke empat itu dapat dititipkan ke panti sosial, biar bisa sekolah,” ucapnya kepada okezone saat mendatangi kediaman Caroline, Jumat (28/5/2010).
Kak Seto, begitu panggilan akrabnya menambahkan bahwa kondisi orangtua Glenn dan Stefen cukup repot sehingga akan lebih baik pihak keluarga mempercayakan kepada panti sosial.
“Pemerintah juga harus kembali menggalakkan program keluarga berencana(KB), karena kecenderungannya banyak anak dikandung, namun cenderung tak diperhatikan setelah lahir,”imbuhnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Caroline (39), tega meninggalkan lima anaknya di dalam rumah kontrakkan selama dua hari. Mereka adalah Marsha (2), Glenn (7), Stefen (8), dan bayi kembar bernama Deva-Devi (1,5 bulan). Kelima bocah ini disekap sejak Jumat 21 Mei hingga Sabtu 22 Mei lalu.
Menurut pengakuan Ashari Kosim, Ketua RT setempat, kelima anak tersebut disekap di dalam rumah kontrakkan tanpa dibekali makanan. Tidak tega dengan kondisi sang anak, warga berinisiatif mendobrak rumah tersebut.
Tanggapan Miyuki Tentang UFO
VIVAnews - Cerita penampakan UFO atau bahkan penculikan alien tak hanya datang dari orang-orang biasa yang bisa dituduh mencari sensasi.
Selain dua presiden Amerika Serikat,Jimmy Carter dan Ronald Reagaan pengalaman ekstraterestrial juga pernah diungkapkan oleh istri Perdana Menteri Jepang, Yukio Hatoyama -- Miyuki Hatoyama.
Mantan artis, penari, dan penyanyi di teater perempuan Takarazuka Revue, pada tahun 2008 menulis buku tentang pengalaman surealistik ke luar angkasa yang dialaminya 20 tahun lalu.
Kata Miyuki, jiwanya dibawa UFO ke Planet Venus. "Ketika tertidur, ruh saya terbang ke UFO berbentuk segitiga ke Venus," kata dia dalam buku berjudul 'Pengalaman Paling Aneh yang Saya Alami', seperti dimuat laman Japan Today.
"Tempat itu sangat indah dan berwarna hijau," kata Miyuki dalam bukunya.
Tak hanya soal UFO, dalam sebuah wawancara televisi, Miyuki kembali membuat sensasi.
Dia mengaku bertemu dengan aktor Tom Cruise dalam kehidupan masa lalu, sebelum bereinkarnasi sebagai sosoknya saat ini. Saat itu, Tom Cruise adalah orang Jepang.
Miyuki juga mengaku punya mimpi membuat film yang akan dibintangi Tom Cruise.
"Saya bermimpi yang saya yakin akan terwujud, membuat film di hollywood. Aktor utamanya jelas Tom Cruise, tentu saja. Kenapa? Karena saya tahu dia adalah orang Jepang di kehidupannya yang lalu," kata Miyuki.
Seperti diketahui, Tom Cruise membintangi film 'The Last Samurai' 2003 yang di syutingnya dilakukan di Jepang.
"Saya ada bersamanya saat itu. Jadi, pasti dia akan mengenal saya. Jika kami berjumpa dia akan mengatakan, 'Hai, lama tak jumpa.'.
Miyuki juga mengaku memakan matahari. "Saya juga pemakan matahari," kata dia sambil melihat ke atas, tangannya terangkat seakan-akan mengambil matahari.
"Seperti ini, hum..hum..hum. Ini memberi saya banyak energi. Suami saya juga mulai melakukan hal ini," kata
dia.
Selain dua presiden Amerika Serikat,Jimmy Carter dan Ronald Reagaan pengalaman ekstraterestrial juga pernah diungkapkan oleh istri Perdana Menteri Jepang, Yukio Hatoyama -- Miyuki Hatoyama.
Mantan artis, penari, dan penyanyi di teater perempuan Takarazuka Revue, pada tahun 2008 menulis buku tentang pengalaman surealistik ke luar angkasa yang dialaminya 20 tahun lalu. Kata Miyuki, jiwanya dibawa UFO ke Planet Venus. "Ketika tertidur, ruh saya terbang ke UFO berbentuk segitiga ke Venus," kata dia dalam buku berjudul 'Pengalaman Paling Aneh yang Saya Alami', seperti dimuat laman Japan Today.
"Tempat itu sangat indah dan berwarna hijau," kata Miyuki dalam bukunya.
Tak hanya soal UFO, dalam sebuah wawancara televisi, Miyuki kembali membuat sensasi.
Dia mengaku bertemu dengan aktor Tom Cruise dalam kehidupan masa lalu, sebelum bereinkarnasi sebagai sosoknya saat ini. Saat itu, Tom Cruise adalah orang Jepang.
Miyuki juga mengaku punya mimpi membuat film yang akan dibintangi Tom Cruise.
"Saya bermimpi yang saya yakin akan terwujud, membuat film di hollywood. Aktor utamanya jelas Tom Cruise, tentu saja. Kenapa? Karena saya tahu dia adalah orang Jepang di kehidupannya yang lalu," kata Miyuki.
Seperti diketahui, Tom Cruise membintangi film 'The Last Samurai' 2003 yang di syutingnya dilakukan di Jepang.
"Saya ada bersamanya saat itu. Jadi, pasti dia akan mengenal saya. Jika kami berjumpa dia akan mengatakan, 'Hai, lama tak jumpa.'.
Miyuki juga mengaku memakan matahari. "Saya juga pemakan matahari," kata dia sambil melihat ke atas, tangannya terangkat seakan-akan mengambil matahari.
"Seperti ini, hum..hum..hum. Ini memberi saya banyak energi. Suami saya juga mulai melakukan hal ini," kata
dia.




























